Kini Makin Banyak Muslimah di Serbia yang Berani Kenakan Jilbab

Share
Syiar Islam kini mulai tumbuh subur di Serbia, negara di semenanjung Balkan yang semula berhaluan komunis. Salah satu indikatornya, makin banyak Muslimah yang tak takut lagi menunjukkan identitasnya dengan mengenakan jilbab. Awal bulan ini, tujuh perempuan muda dan satu wanita dewasa memutuskan untuk mengadopsi pemakaian jilbab hari itu juga setelah menghadiri debat yang berjudul “Bagaimana Muslimah Berbusana”  yang diselenggarakan oleh Universitas Internasional Novi Pazar. Mufti lokal, Muamer Zukorlic, tampil sebagai pembicara.
Keputusan mereka serta-merta didukung hadirin. Mereka bertepuk tangan setelah ke delapan wanita itu keluar dengan penampilan baru mereka, berbalut busana Muslimah.

Kedudukan Ilmu Tauhid Dalam Islam

Share
A.   Iman adalah Asas Amal (الإِيْمَانُ أَسَاسُ العَمَلِ)
MIN PLUS. Mengapa Allah SWT tidak menerima amal kecuali dari mukmin (yang beriman kepada Allah dengan iman yang sesuai syariat Islam)?
Sebab orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, tak mengharapkan pahala dari-Nya, tidak takut dengan hukuman-Nya, beramal tanpa pernah menginginkan keridhaan-Nya, dan tak peduli apakah yang mereka lakukan halal atau haram, maka mereka jelas tidak berhak memperoleh ganjaran pahala atas amal mereka meskipun amalnya baik. Karena mereka adalah orang-orang kafir (mengingkari kenabian Muhammad SAW) yang tidak berusaha mencari agama Allah yang benar, tidak mau mendengar penjelasan ilahi yang dibawa oleh para rasul alaihimussalam, di samping itu, jika mereka mendengar ayat-ayat Allah dibacakan kepada mereka, mereka mengolok-olokkannya, sehingga wajar kalau amal mereka tertolak dan mereka mendapat sangsi atas kekafiran mereka.

Hidayah

Share
MIN PLUS. Seperti biasa di pagi subuh ini aku berusaha untuk melaksanakan kewajiban shalat berjamaah di masjid dekat rumah ku, dan seperti biasanya pula aku melalui jalan yang melewati pangkalan ojek. Selalu saja ketika aku melewati pangkalan ojek tersebut selalu sudah ada satu atau dua orang tukang ojek yang siap dengan motornya, menunggu penumpang yang naik. Kemungkinan aku dan mereka bersamaan saat keluar rumah masing-masing atau bahkan mungkin mereka lebih dahulu. Bedanya hanya di tujuan perjalanan kami, kalau mereka ke pangkalan ojek, sementara aku menuju masjid. Alangkah sayangnya nya pikirku dalam hati, sudah menyempatkan diri bangun pagi-pagi tetapi tidak dimanfaatkan waktunya untuk menunaikan perintah Allah.

Untuk Kau Tahu

Share
Kau kira ia hadir begitu saja? Tentulah akan ‘tidak’ kukata;
Sangkamu aku tak lihat harta?
Kau tahu, aku pun melihatnya
Bukan pada banyaknya, tetapi pada jalan apa engkau mengusahakannya,
Pada sebijak apa engkau membelanjakannya,
Pada sebaik apa engkau laksanakan tanggung jawab dalam meraihnya…
Sangkamu aku tak lihat kedudukan?
Tahukah, aku tentu pun melihatnya
Bukan pada ketinggiannya, tetapi pada kemaslahatanmu bagi umat
Pada bagaimana kau menjadi contoh kebaikan,
Pada bagaimana perilakumu mengilhamkan ukhuwwah dan kedamaian…