Bagaimana Musik Hilangkan Hafalan Al Qur'an

Share
Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Kisah ini adalah kisah berharga yang kami tujukan bagi para penghafal Al Qur’an. Terserah ia adalah penghafal qur’an yang kaamil (sempurna), atau hanya 10 juz, 5 juz atau bahkan beberapa surat saja.
Ia adalah seorang yang Allah telah beri nikmat untuk menghafalkan Al Qur’an sejak kecil. Ia sudah menghafalkannya dengan tertancap mantap di dalam hati. Sampai katanya, ia tidak pernah melupakan satu ayat pun dalam bacaannya dan hafalannya. Dan ini sudah dikenal oleh guru dan orang-orang sekitarnya.
Suatu waktu, ia berpindah ke negeri lain untuk bekerja. Di sana ia tinggal bersama beberapa orang ikhwan dan sahabatnya.

Tak Ada Yang Sia-Sia, Kenapa Kita Harus Menyerah?

Share
Kucing ja pantang menyerah
Tidak ada yang pernah sia-sia selama hatimu selalu terlandaskan nama-Nya.. Meski kadang waktumu terasa sempit untuk dirimu sendiri, yakinlah… bahwa ketersediaan kesempatan untuk di dengar oleh Allah jauh melebihi mereka yang lebih banyak menyibukkan diri dengan dunia mereka. Bersabarlah, terus mendekatlah kepada-Nya…, semoga kelak, akhir dari semua yang kau perjuangkan, di balas dengan senyum Sang Manusia Mulia, dan pelukan hangat para syuhada. Indah bukan? Lalu kenapa kita mesti menyerah?
Terkadang, ketika halangan dan rintangan itu menjadi bumbu-bumbu di jalan perjuangan, selalu saja akhir dari semua usaha yang kau kerjakan untuk menyisihkan mereka, berakhir pada satu kepuasan jiwa yang hanya dirasakan oleh mereka yang mau berlelah-lelah untuk berkorban. Perasaan inilah yang jika diketahui oleh kaum musyrikin, maka niscaya mereka memeranginya untuk mampu mendapatkan semuanya. Sayangnya, ia tak diperjualbelikan, ia tidak bisa di dapatkan dengan jalan peperangan, ia hanya bisa hadir bagi mereka yang ikhlas, yang itqon dalam beramal, yang taat dalam keistiqamahan, meski sering sekali, sisi fitrah manusia kita berontak. Namun janji Allah tentulah lebih mulia dari semua janji “..

Gambaran Kesempurnaan Allah Dalam Ayat Kursi

Share
Ayat kursi merupakan salah satu ayat yang agung dalam al Quran. Ayat ini telah sering kita dengar, bahkan sebagian besar di antara kita telah menghafal ayat ini. Marilah sejenak kita mempelajari ayat ini untuk mengambil beberapa pelajaran berharga dari ayat yang mulia ini. Allah Ta’ala berfirman :
اللهُ لآَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَنَوْمُُ لَّهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَآءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلاَ يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ {255}
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (Al Baqarah:255)

Mengapa Harus Memilih Wanita Shalihah?

Share
Bismillah.. Terkadang orang heran dan bertanya, kenapa harus mereka?
Yang bajunya panjang, tertutup rapat, dan malu-malu kalau berjalan..
Aku menjawab.. Karena mereka, lebih rela bangun pagi menyiapkan sarapan buat sang suami dibanding tidur bersama mimpi yang kebanyakan dilakukan oleh perempuan lain saat ini..
Ada juga yang bertanya, mengapa harus mereka?
Yang sama laki-laki-pun tak mau menyentuh, yang kalau berbicara ditundukkan pandangannya.. Bagaimana mereka bisa berbaur…
Aku menjawab.. Tahukah kalian.. bahwa hati mereka selalu terpaut kepada yang lemah, pada pengemis di jalanan, pada perempuan-perempuan renta yang tak lagi kuat menata hidup. Hidup mereka adalah sebuah totalitas untuk berkarya di hadapan-Nya.. Bersama dengan siapapun selama mendatangkan manfaat adalah kepribadian mereka..